4.02.2014

Umroh: Vaksin Meningitis untuk Anak

Untuk persiapan umroh, bulan lalu kita bawa Malik (3 tahun) ke DSA nya untuk konsultasi perlu atau tidak vaksin meningitis sebelum berangkat.

Dari hasil browsing dan nanya ke temen-temen yang udah pernah bawa balita umroh, vaksin meningitis belum perlu dan hanya wajib untuk anak diatas 11 tahun. Di bawah itu, cukup dengan melengkapi vaksin HiB dan PCV.  Dan ini juga didukung 100% sama DSA nya Malik.

Jadilah hari itu kita lengkapi vaksin PCV, karena harganya mahal waktu itu kita sepakat untuk ga vaksin PCV.  Karena memang belum ada rencana mau umroh atau tinggal di luar negeri.

Ternyata, waktu vaksin meningitis sama suami, dokter bandara bilang kalau anak diatas 2 tahun WAJIB vaksin meningitis.  HiB dan PCV ga cukup. Konon kalau Malik ga disuntik meningitis disitu, dokternya gamau kasih buku kuning. Ih dokter, ngambekan dehh...

Sempet khawatir untuk vaksin meningitis buat Malik karena belum sebulan yang lalu baru vaksin PCV. Takut overdosis meningitis ga sih...akhirnya browsing lagi sana-sini dan terakhir nanya temen yang kebetulan lagi ambil spesialisasi dokter anak. Kesimpulannya, ga ada yang namanya overdosis vaksin. Apalagi kalau vaksin mati ketemu vaksin mati. Yang bahaya itu kalau vaksin hidup ketemu vaksin mati, atau sebaliknya. Harus dikasi jeda waktu antara vaksin pertama dengan vaksin kedua.

Akhirnya kita melaju ke Soetta (lagi).  Kali ini baru jalan dari rumah jam 7an, lupa pula print fotokopi paspor. Terpaksa numpang print sama tetangga pagi-pagi huhu. 

Lagi-lagi perjalanan ke Soetta lancar jaya. Ga nyampe sejam udah sampai di kantor kesehatan bandara. Kali ini kita cuma tinggal serahin formulir dan persyaratan tambahan karena kita udah colongan isi formulirnya di rumah hehe.  Oh ya untuk anak-anak persyaratannya fotokopi paspor dan foto 4x6 1 lembar yah.  Sampai jam 9 kurang dapat nomor antrian 64, lumayanlah. Kira-kira jam 10 udah dipanggil dan jam 11 buku kuning sudah di tangan. Oh ya, selain vaksin meningitis, buat jaga-jaga malik juga di kasi vaksin flu.

Entah hoki atau memang ada perbaikan sistem, yang pasti Alhamdulillah kita ga pernah ngalamin antrian panjang vaksin meningitis seperti yang diceritain orang-orang.





Umroh: Suntik Meningitis

Persiapan mental buat umroh itu penting, bukan cuma pas menjalankan ibadahnya tapi juga waktu harus vaksin meningitis.  Harap maklum, saya anaknya takut jarum suntik hehe.

Setelah browsing sana sini, sepertinya kantor kesehatan pelabuhan tanjung priuk yang paling sedikit peminatnya jadi antriannya juga lebih pendek.  Ok, tanjung priok we go!

Setengah jam pertama sih lancar jaya dari arah bintaro, memasuki satu jam pertama mulai antri parah. Daaannnn 2 jam berikutnya masih aja di tol yang sama alias ga nyampe-nyampe. Mungkin kantor kesehatan pelabuhan tanjung prioknya antrian vaksinnya dikit karena orang-orang masih antri panjang di tolnya *lap keringat*.  Udah patah arang (dan kelaparan) kita akhirnya balik arah pulang.

Percobaan kedua ke kantor kesehatan di bandara Soekarno Hatta. Menurut pengalaman orang-orang, disini lumayan antri. Ambil nomor jam 8 bisa jadi baru suntik jam 3 sore. Walaupun udah pasang alarm tetap aja kita bablas baru jalan jam 7 kurang dari rumah. Tapi Alhamdulillah jalanan lagi bersahabat, ga kaya perjalanan ke tanjung priuk huh.  

Jam 7.25 udah sampai di kantor kesehatannya. Ambil dan isi formulir di depan loket pembayaran lalu kasih ke petugas di depan loket pembayaran untuk dapat nomor antrian.  

Dokumen pendukungnya: fotokopi KTP dan foto 4x6 1 lembar. Untuk anak diatas 2 tahun fotokopi KTP diganti fotokopi paspor. 

Walau ga antri dari jam 6 kaya saran orang-orang, kita dapat antrian nomor 18-19 saudara-saudara 😁.



Tepat jam 8 nomor antrian mulai dipanggil, langsung dari nomor 1-15 masuk ruangan. Wow! Ga sampai setengah jam tiba giliran rombongan kedua, nomor 16-30. Yeaaayyy...

Sampai di dalam masuk ke ruang tunggu lagi sampai nomornya dipanggil. Kalau udah dipanggil, nanti diperiksa tekanan darah sama dokternya trus ditulisin resep.  Kalau mau sekalian vaksin flu langsung ngomong sama dokternya, biar sekalian ditulis di resep.

Sekedar informasi tambahan, menurut dokternya vaksinasi flu sangat dianjurkan karena saat ini mekah masih dalam tahap renovasi.  Jadi debunya banyak banget, dan di arab sana katanya lagi ada penyakit baru. Kalau ga salah namanya corona dan belum ada vaksinnya. Yang paling mendelati ya si vaksin flu.

Kalau udah selesai pemeriksaan di dokter langsung ke petugas diluar ruang pemeriksaan untuk isi data di buku kuning dan dapat slip pembayaran. Nanti slip pembayaran dibawa ke loket pembayaran waktu pertama kali daftar dan ambil nomor antrian.

Biaya vaksin meningitis adalah Rp305.000 dan biaya vaksin flu Rp155.000.

Setelah bayar kita harus balik lagi ke ruang pemeriksaan, kali ini bukan menghadap dokter tapi suster yang siap eksekusi *gleg*.


Kalau boleh jujur, waktu suntik vaksin meningitis sih rada kaya digigit semut merah yah (alias sakit) dan efeknya kebes di tangan (katanya sih gara-gara tegang). Kalau suntik flu sama sekali ga berasa, kaya digigit semut juga nggak.

Selesai suntik tinggal pulang deh...total waktu dari mulai daftar sampai pulang kurang lebih 45 menit. Oke kan??? Untung ga ngotot ngejar ke tanjung priuk, mungkin nyasarnya aja udah 1 jam sendiri hehehe

Buat yang ada di daerah jakarta pusat, mungkin bisa ke vaksin ke Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, tapi cuma buka hari Rabu dan Jumat.


6.06.2013

Ngidam dan Efeknya

Sewaktu hamil, seperti layaknya ibu-ibu hamil lainnya, ambisius kejar target lahiran normal.  Karena faktor X alias ukuran badan yg XS ini, dokter kandungan dari jauh-jauh hari lantang bersuara "bayinya ga boleh kegedean".  Akibatnya, hilanglah hak istimewa untuk menyantap segala jenis makanan enak penuh lemak, gula dan kalori.  Tidak bisa nakal, karena mendadak suami alih profesi jadi satpam galak.  Maklum euforia anak pertama, sangat patuh dengan doktrin dokter dan apa kata artikel-artikel di majalah-majalah orang tua dan pengasuhan.

Trimester pertama bolehlah ikut aturan karena kondisi kehamilan masih oke, belum keliatan kaya kemana-mana bawa semangka.  Trimester kedua, mulailah minum air putih berasa minum air comberan.  Lidah dan perut cuma mau toleransi teh manis.  Lainnya lupakan saja.  

Suatu hari, ada yang berbaik hati sodorin bubble tea gratisan. Matilah, janinnya doyan.  Kalau ga konsumsi itu sehari rasanya mulut asam ga karuan, macam perokok berat yang nggak kena rokok sebatang satu jam penuh.  Repotnya, waktu itu bubble tea belum menjamur seperti sekarang.  Outlet terbatas ada di Bintaro Plaza, Gunawarman, Bursa Efek Indonesia dan Kemang.  Belum lagi kalau stok bubblenya lagi kosong, waduh! Ini namanya ngidam ngerepotin.

Karena ga tahan, apa mau dikata. Hampir setiap hari menghalalkan segala cara untuk beli minuman itu.  Ga pake bohong kok sama suami.  Kan dia ga nanya, jadi ya ga perlu dikasitau :) Tiap kontrol ke dokter, jantung mau copot rasanya menjelang saat-saat divonis perkiraan berat badan janin.  Alhamdulillah sampai 9 bulan kehamilan, aman terkendali...

Satu pesan suami yang masih jelas ingat sampai sekarang, "jangan kebanyakan, nanti anaknya jumpalitan kaya bubble".  Hati-hati, ternyata benar ucapan adalah doa.  2 tahun kemudian, memang si bocah jumpalitan adanya.  Terharu kalau dia bisa duduk manis 5 menit.  Tapi gada buktinya kan yah ini efek bubble tea?

Yang pasti, waktu itu pake alasan janinnya yang doyan ga sepenuhnya salah.  Soalnya, anak ini emang doyan banget sama bubble tea.  Setiap beli pasti pake drama rebutan.  Kalau lagi nyeruput dan kedapatan bubblenya, mukanya girang geli-geli sendiri.  Oh (bubble) boy!




11.01.2012

When Silence is Not Golden...

They say "Silence is Golden"

Having a 21 months old toddler, silence is a rare case. And when it happens, most of the cases, something is not right.

Like today...

I was lucky enough to be trusted with baby sitting my friend's son for two days and his name is Adrian. He just turned two last October.

Malik was more than excited to have a friend staying for the whole day. He even learned several new vocabularies as a result of imitating Adrian.

So for two days, our house was a total mess, a beautiful mess. There was no silent moment, not even when they were asleep cause their nap schedule is totally different. It's one after another.

So today, i was working on the family financial planning downstairs while watching the boys played around. They were running here and there, shouting, singing, talking alien language and laughing out loud (which sometimes leads to crying outloud (God knows how).

And then...for about 15 mins, there was that silence moment which I didnt even realized. No sound at all. Not even wheels from the plastic car pressed againts the floor or even a whispering babbles from any of the boys. I anxiously looked around and they were nowhere to be found.

Then I saw Adrian under the round stairs where Malik is always eager to climb on, looking up straight. And there he was...2 more steps from the second stories. Aware that he got caught by his mom, he waved down cheerfully instead of panicking or doing any efforts to run away. Its like saying "see, I can do it!!! I told you..."

I know you can baby, i know you can do anything that you want to. But its also part of my job to freak out and to be paranoid about you and your safety, and thats for and only reason that i love you that much.

So until you can take care of yourself and be fully (aware and) responsible for what you did or going to do, i think im going to stick around and watch you closely.

One day you'll understand, it also took me quite some times to understand things that my mom used to say "no" to. And im grateful that she did..hopefully you'll be grateful too baby.

For any of you with likely active toddlers, whenever there is silence, except for when they are sleeping, be suspicious...be very very suspicious...cause something is happening somewhere in the restricted area of your house *wide grin*

10.31.2012

Jagoan Ayah

Malik si jagoan ayah
suka makan namun lincah
tiap hari suka bercanda
sama ayah dan bunda

jangan diganggu kalau lagi lapar
bisa-bisa nanti kena lempar
apalagi kalau sudah mengantuk
colek sedikit bisa mengamuk

kadang suka bawel
dan juga rewel
tapi tidak pernah bikin susah
dan tetap jadi jagoan ayah

anak pintar dan jujur
sopan bertingkah dan bertutur
senyum ramah dan pandai berkawan
banyak temannya dan penyayang hewan

selalu ceria saat senang dan susah
berbagi cerita dan canda tawa
penghibur hati saat gelisah
selalu ada untuk bunda di kala resah

jagoan ayah jadilah besar
kalau benar, tetap teguh dan bersabar
kalau salah, akui dan perbaiki kesalahan
laki-laki harus bersikap jantan

anakku sayang, janganlah bersedih hati
jangan juga berkecil hati
ayah selalu ada di sini
untuk melindungi dan berbagi

pesan ayah untuk jagoan ayah
jangan tinggalkan sholat dan patuhi ajaran Allah
selalu berbakti, jaga dan sayangi bunda
karena surga ada di telapak kakinya

kejar cita-citamu sampai kemanapun
jadilah yang terbaik dalam apapun pilihanmu
kuatkan hati tapi jangan bertinggi hati
ayah selalu bangga sama jagoan ayah

31 Oktober 2012

10.19.2012

Save the Best for Last

15 hari menjelang 21 bulan

Malik : Ayaaahhhh...
Me     : Bundaaa...
Malik : Ayaaahhhh...
Me     : Bundaaa...
Malik : Ayaaahhhh...Ayaaaahhhh...Ayaaahhhhh
Me     : -_-" (menyerah)

Kosakata nambah sedikit tapi pasti, "api", "topi", "ayam"...
Bahkan bisa bilang "Ani" (untuk Barney) dan "Tubies" (untuk Teletubbies).
Perasaan gampangan bilang "bunda" deh...*patah hati*

Kalau udah begini berlaku peribahasa "Save the Best for Last" :)

8.29.2012

Must Have Item

Walau katanya pamer itu adalah riya dan riya itu adalah tidak baik, tapi saya tak tahan mau pamer hihihihihi
 
Ini dia mainan baruku...tadaaaaaa:

Stroller Belanja 
Ini baru dibeli Sabtu kemaren gara-gara terdampar sendirian di Pasar Modern Bintaro.  Jadi ceritanya, kita berbagi tugas.  Gue belanja ke Pasar Modern dan Didi sama Malik belanja bulanan ke G**nt.  Kita janjian harus selesai jam setengah 10 soalnya jam 10 ada rapat ibu-ibu RT 005 *teremak-emak*.
Jam 10 kurang masih ngiter-ngiter walau tangan kanan kiri udah tidak available.

BB mulai sibuk di PING sama ibu-ibu.  iyaaa...im coming! mulai panik telepon Didi.  10 kali percobaan gada yang diangkat, macam manaaaa???

Karena udah mati gaya di Pasar Modern akhirnya memutuskan untuk nyebrang nyari taksi di depan Ace Hardware. Tarik nafas panjang lihat plastik belanjaan, tiba-tiba depan muka ada ibu-ibu melenggang kangkung bawa stroller belanja yang penuh diisi hasil buruan.  I want one!!!

Ternyata si stroller dijual di Warung Organik, langganan belanja sayur-sayur organik si Unyil.  Harganya: 200 ribu saja *uhuk uhuk*.  Untung tukang jualan baju ala FO lagi tutup, terpaksa dana berubah tujuan.  Si Stroller Belanja dilengkap dengan 4 roda, dua ukuran sedang di belakang dan dua ukuran kecil di depan.  Tersedia dalam warna Merah dan Hitam.  Ada yang bahannya dari Stainless Steel dan harganya 400 ribu mak!  Kalau udah ga dipake, layaknya stroller Malik, dia bisa dilipat jadi ramping dan diselipkan di balik pintu. praktis dan hemat tempat ibu-ibu! :)

Dengan si stroller belanja, melenggang cantik dari Pasar Modern nyebrang ke Ace Hardware diiringi tatapan orang-orang di dalam mobil yang lagi antri buat muter.  Sampai Ace Hardware mampir bentar, ngaso beli Chatime *teteeeeppp*. 

Terpaksalah datang ke rapat ibu-ibu RT lengkap dengan si stroller.  Dasar ga modal, malah pada mau pinjem kalau ke pasar dan ga tertarik beli sendiri.  karena aku si anak bawang, tidak kuasa menolak deh huhu..boleh ditarikin uang sewa ga yah? lumayan biar balik modal hehe.

Anyhoo, 2 jam kemudian barulah Bapak Didi telepon.  alasannya ga angkat karena getaran Iphone ga berasa *gubrak* dan dia sibuk nemenin Malik naik kuda -_-"

Postingan ini bukan iklan dan saya bukan sales marketing, tapi beneran deh...hidup jadi lebih ringan dan tanpa beban kalau belanja ke pasar modern pake si stroller belanja ini.  ayo tunggu apalagi, dapatkan segera di pasar-pasar modern terdekat :)

7.24.2012

Under Stairs Storage

Punya rumah kecil harus pintar-pintar nyari tempat ngumpetin barang. Gada ceritanya tuh punya sofa kulit atau lemari jati warisan. Bisa maju kena mundur kena nanti.
Terinspirasi film Harry Potter pertama, pengen banget punya lemari bawah tangga. Jadi ga perlu ribet beli rak sepatu dan sisa ruang bisa buat gudang kecil-kecilan.  berikut inspirasi lemari bawah tangga idaman:


Sempet kecewa waktu nanya kontraktornya developer yang bangun rumah apa bagian bawah tangga bisa dibobok buat dijadiin lemari penyimpanan dan disambut dengan geleng-geleng. Sampai akhirnya suatu hari wisata ke rumah-rumah tetangga buat nyontek nyari inspirasi interior. Ternyata banyak tetangga yang bobok dan tangganya ga rubuh walau dilompat-lompatin selusin anak RT 05.

Kebetulan berjodoh sama tukang murah meriah yang ngakunya sering bobok bawah tangga. Dia bahkan dengan bangganya pamer kalau dia juga sering bikin lemarinya. Itung-itung sana sini ternyata dana ga cukup. Boro-boro bikin lemarinya, bobok aja ga nutup. Terpaksa diundur sejenak. Oohh i hate waiting!

Besoknya pulang kantor ternganga karna ternyata si tukang inisiatif ketinggian maen bobok aja. Bolonglah itu si bawah tangga. Langsung panik telpon si Pak Markun ngaku ga mampu bayar. Eh doi merasa bersalah dan bilang bayarnya kalau udah gajian aja. Ah aku langsung jatuh cintrong. Gatau diri, minta si Pak Markun sekalian bikinin lemarinya biar ga bolong gitu. Dan dia mauuuu 😁

Cuma butuh 7 hari untuk pengerjaan bobok, cat dan bikin lemari. Bahagia denger suara mobil Pak Markun di sabtu pagi. Pas lemari yang ditunggu-tunggu diturunin, tiba-tiba...aduuuhhh, warnanya coklat natural! Padahal udah berapa kali diingetin, PUTIH! Biar matching sama tembok dan pintu. Bukan itu aja, ternyata waktu bikin lemari si Pak Markun lupa ukur lebar pintu masuk. Jadinya, si lemari nongkrong di teras ga bisa masuk dan si Pak Markun mendadak pucet dan keringat dingin. Bingung ni yeee...

Sejam merenung, akhirnya si Pak Markun bongkar lemari di teras. Bener-bener dibongkar pasang dari awal. Rempong ya pak..Hampir 4-5 jam kemudian baru si Pak Markun sukses pasang lemari. Mukanya girang banget.

Besoknya dia balik lagi buat ngecat si lemari jadi putih. Sudah bereskah? Tentu tidaaakkk..lagi-lagi si Pak Markun salah perhitungan. Si lemari nongol ga sejajar tembok. Oh pak, why oh why? Akhirnya digergaji lagi biar masuk sejajar tembok. Pas selese mukanya pasrah sambil nanya "Sudah bener belom bu?". Kayanya dia nahan nafas sambil nunggu jawaban. Abis dijawab nggak ada ditambah senyum manis, baru mukanya lega dan narik nafas panjang. Akhirnyaaaa...

Moral of the story, si Pak Markun ini kerjanya cepet, rapi dan murah meriah bisa ngutang lagi tapiii...harus diingetin sejuta kali kita maunya apa. Soalnya dia agak short term memory lost dan suka inisiatif tingkat tinggi Si lemari bawah jatuhnya mahal karena ternyata ukurannya lebih luas dan besar dibanding para tetangga. Si rak sepatu aja masuk dan masih muat banyak barang lain. Alasan lain karena lemari impian haruslah ada jalusi (bener ga tulisannya?). So this is it! My very own under stairs stroage, tempat penyimpanan sepatu dan gudang mini yang sekarang juga berfungsi sebagai tempat sembunyi si unyil -_-"

No HP Pak Markun: +62 853 12534701

7.12.2012

17 Going on 18

22 hari menjelang ulang bulan ke 18 si Mr Little...oh how time flies.  Ga kerasa tingginya udah hampir setengah bundanya *emaknya panik kalah tinggi*
Berdasarkan kitab "What to Expect : The Toddler Years", harusnya Malik bisa ngomong minimal 3 kata.
2 minggu yang lalu, dia masih ngomong pake bahasa Tarzan.  Tunjuk sana sini trus "Uh..uh".  Kalau Ayah Bundanya bengong ga ngerti anaknya mulai putus asa trus ngamuk deh muter-muter di lantai kaya gangsing. 
Muka Putus Asa kalau Ayah Bunda ga ngerti mau apa
Terus kan ceritanya dia sakit nih minggu lalu, batuk doang sih..jadi ga bikin panik-panik amat walau tiap malam muntah slem.  tiba-tiba suatu hari, dia mulai 'berkicau'.  Bener kata orang jaman dulu kali yah, kalau anak sakit itu artinya dia mau pinter. 
Lumayanlah, udah bisa ngomong "Ayah" jelas banget, setiap tukang ojek langganan datang menjemput di pagi hari tiba-tiba si Unyil lari keluar teriak "Abaaannnggg" sambil dadah-dadah sok ikrib.  Begitu pula kalau tukang roti, tukang bubur, tukang sayur dan tukang bangunan tetangga lewat.
Bak bos kecil, setiap mau minta apa dia tiba-tiba teriak "Mbaaaaaaaa" trus kembali dilanjutkan dengan bahasa Tarzan.
Nunjuk balon trus ngomong "Balon".
Minta mandi pake bubble, cengar cengir bilang "Bubble".
Disodorin sayur bayam pake tempe geleng-geleng bilang "Nggak mau".  Giliran dikasih Pumpkin Risotto with Tomato Cheese Sauce mangap lebar bener.
Baru semalam, Ayah Bundanya ngobrol sebut nama Abyan (temen seperjuangannya si Bos Kecil), tiba-tiba dia nimbrung "Abyaaannn".
Dasar beoooo -_-"

Nah...kalau bisa ngomong kata-kata susah kaya bubble sama balon harusnya kan bilang Bunda gampang yah.  Kenyataannya nggak lho. Setiap disuruh ngomong Bunda, entah dia bengong atau melengos.  Tapi kalau lagi butuh, ngekor di belakang sambil teriak-teriak "Ama...amaaaa".  Lha siapa pula itu Ama???

Berhubung bundanya murahan, tampaknya saat ini harus cukup puas dipanggil Ama.  Tapi tetap tidak akan menyerah ngajarin kata B U N D A *semangat kakak*.

Sehat-sehat ya Unyil, gapapa deh sakit sekali-kali demi tambah pinter dan ngomong Bunda :)

6.20.2012

Ketika Toilet Jadi Pilihan Satu-satunya

Di kantor lama, pumping ngumpet di bawah kolong meja gara-gara gada nursing/pumping room.  Alhasil, hampir tiap hari sakit punggung gara-gara posisi meringkuk.

Di kantor baru, tetep gada nursing/pumping room.  Pumping di cubicle ga bisa dijadiin pilihan soalnya sekarang udah manual pake tangan dan ga mempan pake breastpump manual ataupun electric.  Semua ruangan berkaca aquarium pula. 

Mau ga mau melipir ke toilet, tempat paling tidak higienis dan tidak diinginkan buat pumping.  Syukur Alhamdulillah, sampai detik ini Malik nggak menunjukkan tanda-tanda sakit perut atau semacamnya.

Ini namanya karma saudara-saudara.
 
Dulu di kantor lama pernah ngomentarin orang kantor sebelah yang pumping di toilet, kaya gada tempat yang lebih baik aja.  Ternyata memang ada kondisi dimana nggak ada tempat buat pumping dan toilet adalah pilihan terakhir dan satu-satunya.

Ngakalinnya gimana? semua dialasin tisu. Tempat sampah di singkirkan jauh-jauh.  Emang jadi higienis gitu? nggak juga sih.  Tapi namanya juga usaha. 

Stay healthy Mr. Little, sorry for being ignorant this time :'(

3.30.2012

Bubur Import

Dulu, setiap abis ke acara kawinan...pasti melipir ke bubur ayam karpet 24 jam di radio dalam akibat kehabisan makanan dan sekedar extent waktu buat pacaran.

Sejak ada gosip harganya naik jadi rp 50.000/porsi, kita memilih langsung pulang atau makan indomie di warung pinggir jalan *kere ni yee*

Malam ini, ditodong makan sama temen kantor. Tarik nafas..buka menu..aha! Begini penampakan harganya:




Mendadak ga laper-laper amat, 1/2 porsi bubur ayam telor kampung aja jadilah. Judulnya pas di kantong, ga pas di perut. jangan-jangan buburnya import dari pakistan bareng karpet.



Komposisi: bubur, telor setengah matang, cakue, kimchi, emping sama ati ampela. Dari segi rasa enak sih...tp ga segitu jauh-jauh amat sama bubur ayam abang-abang yang lewat depan komplek. Harganya cuma Rp 4.000/porsi pula *curiga review ga objektif karena harga jauh lebih mahal*. singkat kata, waktu adalah uang. Si bubur kemungkinan besar mahal karena dia buka 24 jam.

Mr. D, next time keabisan makanan di kawinan, kita kencan di warung indomie aj, yes?




2.01.2012

Edisi Kulkas dan Mesin Cuci

Long story short, kita akhirnya beli rumah di Cluster Emerald View, Bintaro. Kenapa Bintaro? Karena kakak-kakak gue semuanya berdomisili disini dan begitu pula dengan keluarganya Didi. Jadi, kalau tiba-tiba mau kencan romantis, kita ga perlu repot mikirin mau titip Malik di mana. Tinggal angkat telepon dan sampaikan maksud dan tujuan. Lawan bicara di ujung sana (sejauh ini) menyambut dengan riang gembira setiap mau dititipin.

Ceritanya kita ambisius mau pindahan sebelum ulang tahunnya Malik, yaitu besok, 2 Februari 2012. Persiapan sejauh ini? Rumah masih kosong melompong! Lho, kok nekat? Abis dari developernya bilang kalau serah terima sebelum akhir Desember 2011 bisa gratis 6 bulan Iuran Pengelolaan Lingkungan a.k.a IPL. Menimbang-nimbang prinsip ekonomis (alias murahan.com), besoknya tanggal 30 Desember 2011 kita jadwalkan serah terima, sungguh momentum bersejarah. We finally and officially have a house!!!

Abis tanda tangan dokumen-dokumen, langsung kita digiring ke lokasi untuk serah terima kunci serenceng. Tadinya mau ada adegan sorak sorai bergembira dan berharap Didi dengan romantis gendong gue masuk rumah. Apalah daya, baru 5 menit kunci di tangan tiba-tiba kita diserbu para penjual jasa ini itu. Ada tukang teralis, tukang taman, tukang gordyn, sebut semua. Review satu-satu vendor yang akhirnya kita pake di posting terpisah yah.

Baru aja semalem kepikiran, lusa udah mau pindahan tapi rumah masih minim perabotan dan peralatan elektronik. Baru ada meja makan sama kursinya, tv, kasur dan meja tv. Berhubung kitchen set belom jadi, maka si kompor dan teman-temannya belum bisa dipasang. Jadi mungkin selama 2-3 minggu ke depan terpaksa rantangan sama mertua atau beli frozen food yang tinggal dipanasin di microwave. Pokoknya ga perlu usaha buat masak. Eh, kulkasnya juga belum ada. Taruh dimana dong si frozen food? Bulat tekad, besok harus beli kulkas!

Untuk persiapan beli kulkas, pagi-pagi nyampe kantor bukannya kerja tapi langsung riset. Keyword: tips membeli kulkas dan ketemulah link ini. Sisanya, tanya sana sini.
Karena banyak rekomendasi beli kulkas di daerah Benhil dan karena kantor gue tinggal koprol ke Benhil, jadi makan siang disempatkan untuk survey ke sana. Waktu ide ini dilontarkan ke Didi, eh ternyata dia mau nimbrung sekalian makan siang (curiga kalau dia sebenernya takut kalau gue tiba-tiba milih kulkas warna pink).

Berdasarkan rekomendasi temen-temen kantor yang agak-agak ‘Mommy-zilla’, toko yang paling oke dan murah adalah Abadi Jaya dan Selecta (jadi inget acara Selecta Pop di TVRI *eh ketauan umur*).

Karena ga ketemu kulkas yang memikat hati di Selecta, akhirnya pindah ke tetangganya si Abadi Jaya. Pilihan modelnya lebih banyak, senang…setelah puas nanyain harga satu-satu, kita berdua ternyata jatuh cinta sama kulkas yang ini.

liat deh layar item dan tombol-tombol di sebelah kanan, terlihat canggih bukan? *cetek*


Kenapa yang ini? Karena bentuknya cantik dan berdasarkan contekan dari 10 tips membeli kulkas, dia ada system air flow. Yang lebih penting lagi, ada system child locknya. Ini penting lho, siapa tau si Malik buka-buka kulkas dan tiba-tiba pintunya nutup dan dia kekunci di dalam (yeah..blame my imagination).

Agak deg-degan karena ruang yang dijatahin sama developer buat kulkas cuma 80cm dan si kulkas lebarnya 75 cm saja. Telepon interior designer minta doa restu (terutama untuk size) dan di approve!

Lagi mau ke arah kasir ngelewatin mesin cuci ini.

Didi sempet protes karena dia harus membungkuk extra (siapa suruh situ tinggi menjulang hihi)

Waduh cantik juga. Sayang sekali belum sempet riset tentang mesin cuci, abis gada rencana beli sih, pilih percaya aja sama rekomendasi si Pak Narno, sang penjual, kalau yang paling bagus dan awet adalah Electrolux. Tanya harga, dan ternyata lagi-lagi masih bisa diusahakan. Daripada tiap hari ngedrop cucian kotor di rumah mertua dan dianggap menantu oportunis, marilah kita angkut juga si mesin cuci.

Karena beli banyak, boleh dong kita nawarnya sadis. Setelah tawar menawar yang cukup sengit, si Pak Narno mengalah dan bahkan gue dikasi satu rice cooker Phillips cukup dengan bayar setengah harga saja. Belum cukup sadis, gue minta jaminan kalau gue jadi beli ac di dia dapat gratis satu setrikaan Phillips dan dia (sepertinya terpaksa) mengalah. Good deal bukann??? Hehehe.

Tips membeli kulkas versi gue dan Didi:



  1. Ukur space yang tersedia, daripada udah beli tau-tau ga muat atau bingung taro dimana gara-gara kegedean.

  2. tentukan budget, jangan dipaksa kalau ga mampu.

  3. cari yang wattnya tidak terlalu besar daripada tekor bayar listrik bulanan.

  4. kira-kira berapa kapasitas yang dibutuhkan. Percuma juga kulkas gede isinya minim.

  5. pilih yang modelnya cantik dan kira-kira matching sama konsep dapur. Sakit mata juga kalau tiba-tiba warna kitchen set dominasi putih tiba-tiba di pojokan ada kulkas warna pink ngejreng.

  6. tawarlah yang sadis, jangan bimbang jangan ragu.

2.13.2011

Baby Malik


A long waited gift...our precious Lil' B is finally here.
Born in 3rd February 2011, we named him Muhammad Malik Anaka Syamsualdi. Like his name, may he be a strong leader like Nabi Muhammad, Amin.


1.21.2011

Lil B Goes Round and Round

minggu ke 34 : kepala diatas alias sungsang...
minggu ke 35 : kepala normal di bawah...
minggu ke 36 : posisi melintang kepala di kiri pantat di kanan...
minggu ke 37 : kembali kepala normal di bawah...

Dokter pede jaya membuat statement "banyak jalan biar engage. tenang aja si bayi ga mungkin berubah posisi lagi karena udah kegedean dan ruang geraknya sempit"

Me: "jadi ga perlu kerjain peer ngepel sambil nungging lagi dong dok?'

Dokter : "Nggak, tapi Didi harus sering 'nengokin' biar cepet lahir"

Me and Mr.D : *kesenengan dikasi peer kaya gitu*

minggu ke 38 : jreng...jreeennngggg...dia melintaaaaangggg posisi kepala di kanan pantat di kiri!!!!

dokternya mpe bingung dan mungkin agak tengsin omongannya salah gimana caranya Lil B akrobat jungkir balik ke posisi itu di usia kehamilan segini dengan ruang gerak sesempit itu. Lha kalau dokter bingung, apalagi kita...

Mulailah dia menyalahkan tinggi badan gue yang ga pernah lolos kualifikasi buat pemilihan model atau cover girl ini. Nyambung-nyambungnya ke ukuran panggul yang kecil makanya Lil B nyasar ga nemu jalan lahir.

Merasa didiskriminasi gara-gara tinggi badan, gue ingat ada temen gue yang lebih kecil dari gue secara lebar badan dengan suksesnya melahirkan bayi seberat 3,1 kg dengan NORMAL!!!!

Dokter langsung vonis caesar dan kalau bisa kita bongkar secepatnya. Bongkar? dia kira perut gue mesin bisa di bongkar pasang 'huh'. Resikonya kalau mau nunggu sampai kepala balik ke bawah, air ketuban bisa pecah sewaktu-waktu dan bahaya buat bayinya. Masih bimbang dan ragu mau nunggu atau mau langsung jadwalin operasi minggu depan.

Berhubung due masih tanggal 4 Februari, masih ada secercah harapan sambil ekstra hati-hati ngepit pantat biar si ketuban ga meletus

Bak orang putus cinta, dokter angkat tangan...dukun (bayi) bertindak!!!
Emang sih serem...tapi ada kakaknya temen yang besoknya mau operasi karena sungsang, malam ini dipijet dan besok paginya kepala si bayi udah adem ayem di bawah dan langsung engage trus lahir normal.

Nungging jalan terus, bujuk rayu biar Lil B muter kepala di bawah dan engage tetap dilancarkan, dan dukun bayi dicoba-coba.

Kalau memang segala usaha di atas gada yang berhasil...terpaksa pasrah sama keputusan dokter buat 'dibongkar' hicks....Manusia boleh berencana, yang menentukan tetap yang Diatas. doakan akuuuuu!!!


1.17.2011

1,2, 3 with Mr. D

Trimester I
Kata orang masa 3 bulan pertama hamil itu sama dengan siksaan lahir batin. Mulai dari morning sickness, badan panas dingin ga keruan, makan susah, ngidam aneh-aneh atau sekedar merepotkan hidup suami, mood swing berlebihan, sampai keinginan luar biasa buat nimpukin suami sama barang apapun yang ada dalam jangkauan.

Itu kata orang…kata gue sih nggak hehe.

Gue sama sekali ga kenal sama yang namanya morning sickness, soalnya si morning sickness kenalannya sama Didi. Hampir tiap pagi, dia yang wara wiri lari ke kamar mandi buat muntah-muntah. Sampai-sampai dia ga masuk 3 hari gara-gara muntah-muntah, denger suara kucing aja muntah. Heraaannn…gue yang hamil, dia yang repot hihihi.

Dibilang susah makan ga juga sih, cuma agak picky. Harus banget makanan Asia (Indonesia, Cina, Jepang dan Korea) dan harus panas. Daging pantangan mutlak, nyium baunya dari jauh aja bisa bikin enek. Satu syarat lagi: harus di restoran, gamau tempat makan pinggiran. Waktu hamil 2 bulan gue dikirim dinas ke Singapura. Syarat makanan Asia terpenuhi, yang nggak cuma makan di restoran. Secara yah, restoran di Singapura mahal-mahal huhuhu…wajar kalau selama trimester pertama berat gue bukannya naik, malah turun 3 kg. stress di dompet kayanya…

Gue ibu hamil yang ga ngerepotin suami, justru sebaliknya…Didi adalah suami yang ngerepotin ibu hamil. Masa tengah malam dia bangun trus minta mie ayam kampung? Atau bangunin gue jam 2 pagi buat makan steak???

Selama hamil, aku adalah anak super cengeng…mellow luar biasa. Dengerin lagu yang slow dikit bawaannya mewek, orang salah ngomong dikit langsung nangis, kesel sama suami langsung drama nangis jejeritan. Agak khawatir dibawa Lil B mpe lahir, cowo booo!!!

Ada temen gue yang selama hamil kerjaannya ngelemparin suami saking sebelnya, yang satu lagi bawaannya pengen muntah setiap ngeliat muka atau denger suara suaminya. Hasilnya? Anak-anak mereka mukanya cetakan mutlak suaminya, cewek pula hehehe…selama hamil gue malah lengket sama Mr. D, bawaannya ngintiiiillll mulu. Asumsi karena gue ga sebel, anaknya ga bakalan cetakan mukanya Didi. Minimal 50 – 50 lah sama gue. Ternyata teori tidak terbukti, hasil USG 4D berkata lain…muka anak gue tetep cetakannya Didi hicks…untung ganteng ;p

Trimester II
I cherish every second of the Trimester II…

Hamil itu rasanya menyenangkan. Mau jalan-jalan kemana juga hayuk soalnya badan belum berasa jompo. Makan mulai enak dan rakus dan perut mulai kelihatan hamil bak penderita busung lapar tapi belum berat. Mr. D juga kena imbasnya, makan gue enak..makan dia lebih enak lagi. Gue naik 5 kilo dia juga ikutan naik 5 kg. hati-hati ukuran perut saingan tuh hehehe.

Di Trimester II juga mulai banyak kelas-kelas yang berhubungan dengan kehamilan yang bisa diikutin, contohnya Hypnobirthing.

Dari segi kerjaan, kantor sangat sangat pengertian…datang jam 11 silahkan, paling cuma ditanyain ‘morning sickness yah?’ yang cukup dibalas dengan tampang sok lemas ‘heeh’. Gada yang berani kasih kerjaan terlalu berat karena takut ga kekejar sebelum gue cuti, daaaannnn…pulang jam 5 bukannya malah diberi sanksi sosial tapi malah sangat dianjurkan hehehe.

It feels wonderful to be a preggo!!!

Trimester III
Kalau boleh jujur, buat gue ini masa-masa paling berat selama 9 bulan kehamilan. Satu-satunya yang menyenangkan di Trimester III hanya kegiatan belanja perlengkapan bayi hehehe.

Perut buncit ga ketulungan, pantat membesar dan tangan kaki bengkak. mau nyempil sana sini juga udah sulit. Koleksi baju mulai terbatas karena biasanya mentok di perut. Makan dikit tiba-tiba naik 1,5 kg seminggu. Yang paling ganggu adalah sakit pinggangnya…kaya ditusuk-tusuk, apalagi kalau malam menjelang tidur. Agak sebel kok yang di semester 3 ga ke-transfer ke didi huhuhu.

Kaki bengkak bisa diatasi dengan crocs…baju terpaksa kaya seragam, 5 baju untuk 5 hari kerja. Sakit punggung, Mr.D siaga jadi tukang pijet pribadi walau biasanya dia ketiduran duluan daripada yang dipijet. Tampang buruk badan bulet cukup diatasi dengan pasang tampang sedih dan Didi bakal tetep bilang walau template 'kamu cantik kok'...then it feels alright.

9 months of pregnancy is filled with ups and down. Sometimes you feel the best and sometimes you feel the worst. With a caring and understanding hubby next to you, the best feels twice and the worst feels nothing.


Thank you Mr.D for taking my worst in Trimester I, sharing my happiness in Trimester II and helping me get through Trimester III *hugs and kisses*


1.13.2011

9 MONTHS

taken from http://farm5.static.flickr.com/4013/4249452172_b8c95c6898_z.jpg

Welcoming:

  1. swollen feet;
  2. swollen fingers and wrist (cant even put on my wedding ring and watch);
  3. swollen nose (kata orang idung bangor hicks)
  4. severe back pain;
  5. many sleepless night;
  6. the urge to pee every 5 minutes;
  7. constipation;
  8. very limited unstylish wardrobe due to the blow up belly;
  9. inevitable urge to chew every second (humongous appetite);
  10. uninvited to Friday late night social life (gara-gara temen-temen gue takut gue brojol sewaktu-waktu *cissss*);
  11. easily exhausted, even talking in a discussion is a hard work;
  12. trouble of getting up after lying down position (berasa kura-kura yang dibalik trus ga bisa ngapa-ngapain);
  13. sale is everywhere but none of the shirt or dress fits me. its either too big for my body or stuck at the belly;
  14. the only thing that fits is my one and only crocs or sandal jepit *sungguh tak gaya*, thanks to my swollen feet

Its beyond any uncomfortable feeling, indeed. But every trouble and pain is worth every second since Lil B is coming anytime soon.

Cant wait….

12.17.2010

Cari Tau dengan The Urban Mama

The Urban Mama Writing Contest

Jumat, 4 Juni 2010 Rasanya baru kemarin iseng-iseng pulang kantor mampir ke apotik buat beli Test Pack. Atas saran teman kantor, beli yang hasilnya terbaca positif atau negatif dan bukan yang satu atau dua garis. Lebih akurat katanya.

Sesuai dengan petunjuk pemakaian, tes dilakukan dengan pipis pertama di pagi hari. Berhubung saya tes cuma untuk membuktikan sama suami kalau saya tidak hamil dan bisa ikutan latihan futsal buat pertandingan berikutnya, jadi tidak terlalu harap harap cemas menanti hasil.


Selang beberapa menit, Test Pack mulai menunjukkan satu garis melintang. Aha…negatif!!! Eh tapi kok tiba-tiba ada satu garis buram diatasnya…buru-buru saya bangunkan suami dan sodorkan Test Pack serta petunjuk membacanya. Dia yang nyawanya masih belum nyambung, mengambil alih Test Pack, diputar-putar berbagai arah…trus dengan nada dan tampang yang sama datarnya dia bilang “kayaknya positif”, lalu kembali tidur dan meninggalkan saya yang hanya bisa melotot kaget. Setelah saya bangunin secara paksa dengan sedikit kekerasan (Baca:pukul pake bantal), baru dia sadar kalau itu bukan mimpi lalu ikutan pasang tampang kaget. Kita baru benar-benar percaya kalau saya hamil waktu kita ke dokter dan dokter secara sah dan meyakinkan menyatakan saya hamil.


Perkenalan dengan The Urban Mama (“TUM”) Kita berdua memang tidak ada rencana untuk menunda anak, tapi kita juga tidak pernah menyangka bahwa kabar gembira itu datang hanya 33 hari sejak kita berdua resmi menikah. Wajar kalau saya bilang saat itu kami bisa dibilang tidak siap, terutama saya. Menjalankan peran sebagai suami isteri aja bisa dibilang masih dalam proses belajar merangkak, apalagi peran sebagai orang tua.

Jadi ibu jelas merupakan tanggung jawab yang sangat besar. Berhubung ibu saya sudah 4 tahun meninggal, saya tidak punya tempat bertanya dan sempat merasa panik menghadapi kehamilan saya 9 bulan ke depan. Memang sih ada mama mertua yang sudah saya anggap ibu, tapi tidak bisa dipungkiri rasanya tetap beda dengan ibu sendiri.

Saya termasuk salah satu yang ‘telat’ menikah diantara teman-teman dekat saya, padahal umur kami rata-rata baru 25 tahun. Banyak dari teman-teman saya yang sudah punya anak, bahkan beberapa sedang menanti anak kedua. Beruntung bagi saya, jadi banyak teman yang bisa diinterogasi seputar kehamilan dan bagaimana rasanya jadi orang tua di usia muda.


Selama ini saya hanya tertarik berburu informasi seputar tujuan liburan, diskon, baju dan sepatu model terbaru. Mana pula saya tau apa itu pentingnya ASI, siapa itu Braxton Hicks dan apa pula makhluk yang namanya Cloth Diapers (Clodi).

Suatu hari teman saya, Crey, memperkenalkan saya dengan situs TUM. Awalnya saya sempat tidak tertarik dengan TUM, paling isinya hanya sekumpulan ibu-ibu yang terlalu narsis dengan anak-anaknya sendiri dan pasti topik-topiknya membosankan. Sampai akhirnya, di hari dimana saya sedang makan gaji buta di kantor, saya iseng buka TUM dan waahhh…situsnya bagus, warnanya ga bikin sakit mata, logonya keren dan begitu chic *komentar cetek hehe*.

Lebih Jauh dengan TUM Karena sudah tertarik dengan penampilannya, saya merasa nyaman dan penasaran dengan isi dari TUM. Waktunya kita kenalan lebih jauh. Saya Sign Up dan mulai ‘berkelana’. Area jajahan saya diawali dengan kategori Pregnancy. Bagi saya pribadi, isinya cukup lengkap. Ada artikel, tips, resep, style, cerita-cerita pembaca dan rubrik Ask the Expert. Tadinya saya pikir TUM itu seperti majalah online dimana kita jadi pembaca pasif, ternyata…kebanyakan substansi TUM justru produk partisipasi dari pembacanya, jadi tidak membosankan dan lebih kena di hati karena sifatnya berbagi pengalaman. Motivasi bagi saya untuk cari bahan menulis dan numpang nama di TUM hehe..

Yang paling saya suka dari TUM adalah adanya Forum yang membahas A-Z mengenai kehamilan, persalinan, produk-produk bayi, dokter kandungan, dokter anak…apa aja, you name it!!! Tapi berhubung masih newbie, saya belum berani ikutan nimbrung melempar pertanyaan apalagi kasi komentar. Masih tahap pembaca pasif aja sambil menyerap informasi-informasi penting dari pertanyaan dan respon-respon yang masuk.

Terus terang sampai detik ini saya belum punya nyali untuk ikutan event Kopdarnya TUM, jadi belum kompeten untuk komentar mengenai hal yang satu itu. Alasan utama karena saya belum melahirkan jadi belum bisa bawa bayi ke Kopdar, takut ga punya ‘kesibukan’ kalau mendadak saya mati gaya di Kopdar *lagi-lagi cetek hehe*.


Menurut pengakuan Crey, Kopdar TUM itu ramai dan seru. Isinya ibu-ibu muda bergaya yang saling tukar cerita dan informasi (dan bahkan gosip). Dari Kopdar, dijamin contact Blackberry jadi makin banyak karena kita jadi kenal banyak teman baru. Wah seru juga yah kalau salah satu anggota punya online shop atau baby shop trus bisa dapat diskon *ngarep*.

1001 Cara

"There is always a different story in every parenting
style"
Saya setuju seratus persen dengan motonya TUM *acung jempol tangan dan jempol kaki kiri kanan*. Suka sebel sama orang yang memaksakan pendapat apalagi kehendak soal kehamilan, merawat anak dan menjadi orang tua yang baik. Pribadi orang itu berbeda-beda satu sama lain. Belum tentu apa yang dialami orang tua yang satu, dialami juga oleh orang tua yang lain.

Dari TUM, saya jadi belajar banyak hal dan banyak cara. Seru sekali menyimak cerita-cerita para anggota, baik dari rubrik Our Stories maupun Forum. Masing-masing punya masalah dan cerita-cerita yang variatif. Karena variasi itu, wawasan saya dan suami (yang selalu saya suapin sampai kenyang dengan hasil 'buruan' saya di TUM) tentang dunia kehamilan, anak dan orang tua jadi makin luas. kami jadi punya banyak referensi. Tinggal bagaimana kami menentukan apa atau kondisi bagaimana yang paling sesuai dan dapat diterapkan oleh saya dan suami.

Tau dari TUM Ada cerita tentang saya dan mama mertua. Seperti layaknya orang tua manapun yang dipenuhi kegembiraan meluap-luap menanti kedatangan cucu pertama, mama mertua saya tidak bosan-bosannya menyuapi saya dengan informasi, pengalaman, petuah bijak sampai hal-hal pamali yang kadang menurut saya tidak masuk akal.

Berhubung saya tidak punya pengalaman hamil dan punya anak sebelumnya, jadi saya menyimak patuh. Tapi makin kesini kok ya informasinya agak kurang relevan dengan keadaan masa sekarang. Contohnya, dia komentar kalau dia heran sama ibu-ibu muda jaman sekarang. Anaknya sampai usia 6 bulan cuma dikasi ASI dan tidak ada makanan pendamping lainnya. Mana cukup…Iseng-iseng saya cross check sama TUM. Ternyata dari TUM saya malah belajar kalau justru ASI eksklusif sampai usia 6 bulan itu penting.

Sejak saat itu, apapun yang orang bilang, termasuk mama mertua, pasti saya akan cek kebenarannya dari TUM. Bukan karena saya tidak mendengarkan omongan mama mertua, tapi saya sadar bahwa cara mereka merawat dan membesarkan anak, termasuk teknologi yang digunakan sekurang-kurangnya 25 tahun yang lalu banyak yang tidak aplikatif dengan apa yang kita hadapi saat ini.

Seiring bertambahnya usia kehamilan, saya makin semangat untuk cari informasi di TUM. Bagi saya, TUM itu seperti buku RPUL (Ringkasan Pengetahuan Umum Lengkap) waktu saya duduk di bangku Sekolah Dasar. Apapun yang saya cari tau ada disana.

Mama mertua saya sekarang malah sering nanya sama saya tentang tren ibu-ibu masa kini. Contohnya tentang Clodi. Berbekal informasi dan pengetahuan yang saya peroleh dari TUM, saya bisa bercuap-cuap soal apa itu Clodi, apa manfaatnya bagi bayi, lingkungan dan kesehatan keuangan. Saya bahkan jadi ‘kampanye’ kecil-kecilan sama teman-teman saya tentang pentingnya ASI. Makin hari saya makin haus informasi dan saya jadi addicted sama TUM.

Berhubung teman-teman saya suka nyelain saya sok tau gara-gara suka nyasar karena salah informasi jalan, untuk urusan dunia ibu dan anak saya bisa berbangga hati karena saya punya sumber informasi terpercaya. Setiap mereka tanya saya tau dari mana, dengan yakin dan pasti saya jawab Tau dari TUM!” *nyengir lebar*.

Follow TUM Tidak puas membaca TUM lewat layar komputer, saya ikut-ikutan member yang lain follow @theurbanmama di Twitter. Berhubung Twitter sedang 'happening', keputusan yang sangat pintar untuk punya account Twitter. Informasi lebih cepat dan mudah diakses. Kalau punya pertanyaan apapun, tinggal tanya lewat tweet ke TUM dan jawaban pun berdatangan dalam waktu singkat, baik dari TUM maupun dari para followernya. Ohhh..baik sekali siihhh *terharu*.

Ternyata timing saya follow tepat, karena TUM sedang menyambut ulang tahunnya yang pertama dan banyak kuis yang diadakan lewat twitter. Walau tidak pernah menang, seru juga mengadu peruntungan di kuis-kuis seperti itu *semoga curcol ini didengarkan oleh TUM dan saya diberikan kesempatan menang walau sekali saja, Amiiiinnnnn*.

Happy Anniversay TUM, semoga tumbuh makin besar dan pintar sehingga bisa terus menuntun para calon orang tua seperti saya maupun yang sudah jadi orang tua ke jalan yang baik dan benar ^.^


12.16.2010

Homework Done!!!

Good news from Dr. Nurwansyah for tonight!

Lil' B is 2 kg now and he did his homework...

Akhirnya dia tergerak untuk akrobatik jungkir balik muter badannya

Menjelang 34 minggu, kepalanya sudah ambil posisi dibawah

Pantes akhir-akhir ini jalan makin ngengkang kaya pinguin dan kebelet pipis tiap 15 menit sekali

Hmm...apa dia muter gara-gara bujuk rayu gue kita yang janji ga akan pakein dia kostum binatang kalau dia lahir nanti?

aaahhhh...dia mana inget kalau udah lahir hihihihi

Im sure he'll look totally cute in that lion costume *ibu ingkar janji tersenyum lebar*

Lil' B, kamu adem ayem ajah didalam dengan posisi kaya gitu sampai 7 minggu ke depan yah

Mommy still have homework to do...

Tidak lupa nungging minimal 3 kali sehari (kaya minum obat yah?!) supaya Lil' B ga berubah pikiran dan muter lagi keatas

semangaaaaattttt!!!! *sambil posisi nungging goyang-goyang pantat*

12.14.2010

I Click, I See and I Shop (The Online Shop)

Some friends of mine are definitely addicted to online shops, particularly the ones for babies. According to them, you could find unique, non-mass product and cheaper baby stuffs. All you have to do is browse and click. As simple as that…

Not long after I reach my 7 months pregnancy that they begun to influence me with the online shops benefit and efficiency. Since verbal marketing didn’t work, they started to send me pictures of cute baby stuffs. Well, that one definitely works…

To limit my addiction to online shops, I tried my best which apparently still not my best hehe to buy only those required according to my Baby’s Shopping Checklist.

I must admit that the price is quite competitive between one online shop to another, so you have to diligently search for the cheapest.

Specifically for Clodi, I compared the price in each original country (including shipping fee) with those sold on online shops and the difference is really not that significant.


CLODI
Based on a review in the mommiesdaily, I noted that all the premium brands for clodi are from the United States. So I decided to buy 1 clodi for each premium brands, namely Roomparooz, Blueberry, Starbunz and Happy Heinys. I know that they have a local outlet for Roomparooz at Plaza Indonesia, so no worry for that one.

A friend of mine forwarded an online shop address, called Kireina Baby Shop, which sell all kinds of baby products (mostly from the United States), including the premium brands clodi.
I browse, I click and I see what I like. A Blueberry Minky Clodi Velcro with cow pattern, nice! (Lil' B will be definitely mad at me when he grows up and see his picture with a stupid cow prints clodi on his butt hehe...sorry kiddo!). Since it is verrrryyyy pricy, I decided to buy one clodi in a month. It includes two inserts, so I don’t have to buy one more.
I also ordered the bumgenius detergent which suitable for any brands of clodi.
I submitted my orders on Friday and the clodi with detergent arrived on Monday. Happy!!!

CROCS
Like any other prego, my feet starts swollen and look like ‘kaki gajah’. I need a comfortable shoe to wonder around. Reading Dinda’s post, I decided to follow her track to buy Crocs, Malindi type.

Fully aware that I have a destructive feet (meaning everything I wear always dysfunction in less than a year, no matter how expensive it is), I decided not to buy the Crocs from the authorised outlet since it will cost me more than 400 thou.

So I browsed and found Buaya Karet, an online shop which sell any type of Crocs with almost half the outlet price. Like the Clodi, I ordered on Friday and the Malindi arrived on Monday morning. Now I’m happily walking around with my Plum Malindi. Another happy face…

DEVIL BABY BLANKET
I admit that this one is an impulsive and unnecessary online shopping hehe…But its really cute and inevitable to be bought.

It’s a blanket for travelling purpose called the Devil Baby Blanket…it has ears and tail and doesn’t cost much. CUTE!!! I bought it from an online shop in Facebook called Joyleen Bebe.

I must say, I love online shopping mostly because it’s easy and I don’t have to move my butt to a baby shop and go crazy for buying lotsa cute and unnecessary baby stuffs.

HAPPY SHOPPING!!!

12.13.2010

Dont You Just Love Babyshopping?

Following the Before and After 7 Months Shopping Cart, I did another baby shopping which was aimed to complete my Baby Shopping Checklist and hopefully the last shopping.

I decided to bring my mother in law, hoping that she could point out the “do’s” and the “dont’s” stuff to buy. At the end, she was the one who made me bought stuffs that were not included in the checklist *sigh*.

This time with full preparation. Got my checklist, my pen and babyshop recommendation as well as directory in hands. Based on my blogwalking, the recommended babyshop is the Jungle on the 4th floor and Ocha on the 1st floor.

The Jungle
Surprisingly, tokonya ga gitu ramai. Minimal ga seramai waktu kita belanja pertama kali di Wiwi & Zaza. Beda sama hasil review orang-orang di berbagai blog.

Waktu kita datang mba-mbanya juga ga terlalu antusias buat nanya butuh apa, apalagi ngambilin barang yang kita minta. Karena udah percaya sama hasil review orang-orang, kita percaya aja kalau di toko itu udah yang paling super harganya.

Sayangnya, banyak barang di checklist kita yang ga ada. Alasannya habis dan belum tau kapan datangnya.


Hasilnya, kita cuma dapat ini:
  1. NB Diapers merek Goon (1 pack) Rp 111.000
  2. Rak Botol Susu Winnie The Pooh (1 pcs) Rp 100.000
  3. Handuk (1 pcs) Rp 45.000
  4. Sikat Botol Puku (1 pcs) Rp 35.000
  5. Sendok buat ASI Richie (1 pcs) Rp 27.000
  6. Bedong Polos bahan kaus merek Jungle (6 pcs) Rp 165.000
  7. Bedong Bugs Bunny merek Andrew (6 pcs) Rp 95.000
  8. Bantal Guling Elegant tanpa sarung (2 pcs) Rp 150.000
Kita juga beli 2 items tambahan buat kado teman yang baru aja melahirkan. Total belanja Rp 826.000, langsung pasang muka melas minta diskon. Yang punya toko cukup teriak dari dalam tanpa memperlihatkan muka “DISKON JADI Rp 815.000*. lumayaaannn…

Ocha
Sebagian besar review di blog tidak menyarankan si toko Ocha dengan alasan yang punya toko jutek dan sok tau. Makanya kita ga kepikiran buat mampir disini dari awal. Tapi karna di the Jungle barangnya banyak yang abis dan kita males bolak balik buat belanja lagi, jadinya kita cari sisa barang yang nggak ada di toko ini.

Tokonya sih ga gitu gede, itungannya kecil kalau dibandingin sama Wiwi & Zaza dan the Jungle, tapi keadaan disini jauh lebih rame daripada di kedua toko terdahulu. Bahkan si Nciknya ga ngumpet di balik meja kasir, tapi turun langsung ngelayanin pelanggan. Emang sih ngomongnya agak ceplas ceplos dan mungkin kedengeran sok tau, tapi ternyata cihui tuuuhhh…harga untuk beberapa barang juga lebih murah di toko ini, kalaupun ada yang lebih mahal paling cuma Rp2.000 – Rp 5.000.

Di toko ini, prinsip beli seperlunya pupus sudah. Prinsipnya ganti jadi, ya udahlah…euphoria anak pertama ini, halal kalau beli yang lucu-lucu walau ga perlu hehehe.

Berikut isi kantong belanjaan di Ocha:
  1. Rak botol Puku (1 pcs) Rp 150.000 Sungguh, ini yang impulsif mertua. Dia maksa kita beli merek ini karna yang ini ada tempat buat diriin botolnya dan bahan plastiknya lebih bagus. Kita harus nurut kata orang tua dong aaaahh ^.~ Rak botol yang beli di the Jungle pun akhirnya berguna sebagai kado lahiran teman hehe
  2. Detergent Liquid Cycles (1 bottle) Rp 75.000 ----> di Mother Care harganya Rp 90.000 lhooo
  3. Tempat bedak Pax lengkap dengan tempat cotton buds dan kapas (1 pcs) Rp 35.000
  4. Bantal Kepala Latex Baby Bee (1 pcs) Rp 115.000
  5. Selimut Carter’s bahan agak tebal (1 pcs) Rp 70.000
  6. Selimut Carter’s (1 pcs) Rp 65.000
  7. Penjepit Botol Susu (1 pcs) Rp 15.000
  8. Bedong Moo bahan kaus (8 pcs) Rp 210.000 Mertua lagi-lagi memaksa beli yang ini karena bahannya kaos dingin dan motifnya lucu banget. Baiklah mama…*mantu penurut*
  9. NB Booties (2 pcs) Rp 60.000
  10. Powder puff Puku (1 pcs) Rp 22.000
  11. Powder puff buat pantat Pax (1 pcs) Rp 5.000
  12. Nursing Bra (2 pcs) Rp 40.000
  13. NB Legging (4 pcs) Rp 80.000
  14. Tempat bedak 2 tingkat Puku buat travelling (1 pcs) Rp 35.000
  15. Handuk Kawamoto (2 pcs) Rp 180.000
  16. NB Carter’s Jumper tangan pendek tanpa kaki (4 pcs) Rp 65.000
  17. Boneka Koala dan Jerapah yang bisa bunyi merek Carters (2 pcs) Rp 80.000 Didi melotot tak setuju buat beli boneka, apalagi 2 boneka. Tapi kalau ibunda sudah bertitah, dia pun ngangguk-ngangguk aja *hidup mama mertua!!!*
  18. Supreme Snuggle Nest (1 pcs) Rp 230.000 Yang ini sih super ga penting sebenernya dan Cuma bisa dipake maksimal sampai umur 4 bulan.
    Pertimbangan beli ini adalah sebagai pencegahan Lil’ B ketimpa Didi yang tidurnya suka ga beraturan.
    Selain itu, karena ini sifatnya sebagai travelling bed, bisa juga melindungi Lil’ B dari sepupu-sepupu kecilnya yang kalau lagi ngumpul dan liat bayi suka gemes berlebihan. Mengingat waktu dia lahir nanti bakal banyak banget acara keluarga, membeli si supreme ini tampaknya menjadi keputusan yang sangat tepat.

Banyak yang ga penting kan? Hehehe…Total belanja (after discount) Rp 1.575.000 ajah *nangis meraung-raung sambil garuk-garuk tanah*

Mengingat jumlah yang sudah dikeluarkan sejauh ini, tampaknya babyshopping hanya untuk di ITC Kuningan harus diakhiri sampai disini. Mari kita mulai melirik online shop ajah *eh?!*