Showing posts with label Vendors. Show all posts
Showing posts with label Vendors. Show all posts

7.24.2012

Under Stairs Storage

Punya rumah kecil harus pintar-pintar nyari tempat ngumpetin barang. Gada ceritanya tuh punya sofa kulit atau lemari jati warisan. Bisa maju kena mundur kena nanti.
Terinspirasi film Harry Potter pertama, pengen banget punya lemari bawah tangga. Jadi ga perlu ribet beli rak sepatu dan sisa ruang bisa buat gudang kecil-kecilan.  berikut inspirasi lemari bawah tangga idaman:


Sempet kecewa waktu nanya kontraktornya developer yang bangun rumah apa bagian bawah tangga bisa dibobok buat dijadiin lemari penyimpanan dan disambut dengan geleng-geleng. Sampai akhirnya suatu hari wisata ke rumah-rumah tetangga buat nyontek nyari inspirasi interior. Ternyata banyak tetangga yang bobok dan tangganya ga rubuh walau dilompat-lompatin selusin anak RT 05.

Kebetulan berjodoh sama tukang murah meriah yang ngakunya sering bobok bawah tangga. Dia bahkan dengan bangganya pamer kalau dia juga sering bikin lemarinya. Itung-itung sana sini ternyata dana ga cukup. Boro-boro bikin lemarinya, bobok aja ga nutup. Terpaksa diundur sejenak. Oohh i hate waiting!

Besoknya pulang kantor ternganga karna ternyata si tukang inisiatif ketinggian maen bobok aja. Bolonglah itu si bawah tangga. Langsung panik telpon si Pak Markun ngaku ga mampu bayar. Eh doi merasa bersalah dan bilang bayarnya kalau udah gajian aja. Ah aku langsung jatuh cintrong. Gatau diri, minta si Pak Markun sekalian bikinin lemarinya biar ga bolong gitu. Dan dia mauuuu 😁

Cuma butuh 7 hari untuk pengerjaan bobok, cat dan bikin lemari. Bahagia denger suara mobil Pak Markun di sabtu pagi. Pas lemari yang ditunggu-tunggu diturunin, tiba-tiba...aduuuhhh, warnanya coklat natural! Padahal udah berapa kali diingetin, PUTIH! Biar matching sama tembok dan pintu. Bukan itu aja, ternyata waktu bikin lemari si Pak Markun lupa ukur lebar pintu masuk. Jadinya, si lemari nongkrong di teras ga bisa masuk dan si Pak Markun mendadak pucet dan keringat dingin. Bingung ni yeee...

Sejam merenung, akhirnya si Pak Markun bongkar lemari di teras. Bener-bener dibongkar pasang dari awal. Rempong ya pak..Hampir 4-5 jam kemudian baru si Pak Markun sukses pasang lemari. Mukanya girang banget.

Besoknya dia balik lagi buat ngecat si lemari jadi putih. Sudah bereskah? Tentu tidaaakkk..lagi-lagi si Pak Markun salah perhitungan. Si lemari nongol ga sejajar tembok. Oh pak, why oh why? Akhirnya digergaji lagi biar masuk sejajar tembok. Pas selese mukanya pasrah sambil nanya "Sudah bener belom bu?". Kayanya dia nahan nafas sambil nunggu jawaban. Abis dijawab nggak ada ditambah senyum manis, baru mukanya lega dan narik nafas panjang. Akhirnyaaaa...

Moral of the story, si Pak Markun ini kerjanya cepet, rapi dan murah meriah bisa ngutang lagi tapiii...harus diingetin sejuta kali kita maunya apa. Soalnya dia agak short term memory lost dan suka inisiatif tingkat tinggi Si lemari bawah jatuhnya mahal karena ternyata ukurannya lebih luas dan besar dibanding para tetangga. Si rak sepatu aja masuk dan masih muat banyak barang lain. Alasan lain karena lemari impian haruslah ada jalusi (bener ga tulisannya?). So this is it! My very own under stairs stroage, tempat penyimpanan sepatu dan gudang mini yang sekarang juga berfungsi sebagai tempat sembunyi si unyil -_-"

No HP Pak Markun: +62 853 12534701

10.14.2009

Wedding Tips I

#1 Miss organize
On my wed-prep, I‘ve transformed into a ‘Miss organise
-freak’.
But really…at the end that’s what it takes to prepare a wedding without the helpful
yet costly wedding organizer. If you really can’t afford one, then be one.
Here’s a simple idea, what I did was preparing the two most important things:
a. A complete table of
myour wedding schedule which contain the things-to-do-list for our wedding (i.e. January doing this, February doing that…etc); and
b. A list of vendor and their fees and do not forget…their details of address and phone number and name of person that you can feel free to terrorized every time panic decided to drop by.

#2 Less bossy least firm
No one likes a bossy bride and groom to be…not even the vendors! so careful there...
True, its your money and your big day…but still, people would feel more happy to offer you their open hands if you’re less bossy.
Being bossy and being a bridezilla is waaaayyyy different
Buuutttt…you also have to be firm at the same time. If you already have this so-called-a-perfect-wedding-plan in your head
, well don’t be too soft and nice…if you know what I mean…

#3 Don’t listen to people too much
Keep in mind that you want this to be YOUR once-in-a-life-time-perfect-wedding.
You have to welcome suggestion(s) and shared experience(s), especially from the elders. You really don’t wanna hurt their feelings (and its really a big NO)

However, you must know when and what to listen and when to ignore.

#4 Keep it together
Wedding preparation is the best moment for a family and friends gathering. You will feel a lot closer to them more than ever and at the end you might even feel really thankful for having them as a part of your life.

#5 Flirt with your vendors
Hihihi this is a skill that I just learnt and it worked perfectly with my caterer and photographer.
Speak highly of your vendors and don’t forget to say that you only have limited budget and that you can’t turn away to other vendors because you’re madly in love with their products (yerr rite!!!).
Either out of pity or they’re desperately competing for customer, they will eventually give you a good price hehehe…In summary, Lick some ass!!!!