4.02.2014

Umroh: Vaksin Meningitis untuk Anak

Untuk persiapan umroh, bulan lalu kita bawa Malik (3 tahun) ke DSA nya untuk konsultasi perlu atau tidak vaksin meningitis sebelum berangkat.

Dari hasil browsing dan nanya ke temen-temen yang udah pernah bawa balita umroh, vaksin meningitis belum perlu dan hanya wajib untuk anak diatas 11 tahun. Di bawah itu, cukup dengan melengkapi vaksin HiB dan PCV.  Dan ini juga didukung 100% sama DSA nya Malik.

Jadilah hari itu kita lengkapi vaksin PCV, karena harganya mahal waktu itu kita sepakat untuk ga vaksin PCV.  Karena memang belum ada rencana mau umroh atau tinggal di luar negeri.

Ternyata, waktu vaksin meningitis sama suami, dokter bandara bilang kalau anak diatas 2 tahun WAJIB vaksin meningitis.  HiB dan PCV ga cukup. Konon kalau Malik ga disuntik meningitis disitu, dokternya gamau kasih buku kuning. Ih dokter, ngambekan dehh...

Sempet khawatir untuk vaksin meningitis buat Malik karena belum sebulan yang lalu baru vaksin PCV. Takut overdosis meningitis ga sih...akhirnya browsing lagi sana-sini dan terakhir nanya temen yang kebetulan lagi ambil spesialisasi dokter anak. Kesimpulannya, ga ada yang namanya overdosis vaksin. Apalagi kalau vaksin mati ketemu vaksin mati. Yang bahaya itu kalau vaksin hidup ketemu vaksin mati, atau sebaliknya. Harus dikasi jeda waktu antara vaksin pertama dengan vaksin kedua.

Akhirnya kita melaju ke Soetta (lagi).  Kali ini baru jalan dari rumah jam 7an, lupa pula print fotokopi paspor. Terpaksa numpang print sama tetangga pagi-pagi huhu. 

Lagi-lagi perjalanan ke Soetta lancar jaya. Ga nyampe sejam udah sampai di kantor kesehatan bandara. Kali ini kita cuma tinggal serahin formulir dan persyaratan tambahan karena kita udah colongan isi formulirnya di rumah hehe.  Oh ya untuk anak-anak persyaratannya fotokopi paspor dan foto 4x6 1 lembar yah.  Sampai jam 9 kurang dapat nomor antrian 64, lumayanlah. Kira-kira jam 10 udah dipanggil dan jam 11 buku kuning sudah di tangan. Oh ya, selain vaksin meningitis, buat jaga-jaga malik juga di kasi vaksin flu.

Entah hoki atau memang ada perbaikan sistem, yang pasti Alhamdulillah kita ga pernah ngalamin antrian panjang vaksin meningitis seperti yang diceritain orang-orang.





Umroh: Suntik Meningitis

Persiapan mental buat umroh itu penting, bukan cuma pas menjalankan ibadahnya tapi juga waktu harus vaksin meningitis.  Harap maklum, saya anaknya takut jarum suntik hehe.

Setelah browsing sana sini, sepertinya kantor kesehatan pelabuhan tanjung priuk yang paling sedikit peminatnya jadi antriannya juga lebih pendek.  Ok, tanjung priok we go!

Setengah jam pertama sih lancar jaya dari arah bintaro, memasuki satu jam pertama mulai antri parah. Daaannnn 2 jam berikutnya masih aja di tol yang sama alias ga nyampe-nyampe. Mungkin kantor kesehatan pelabuhan tanjung prioknya antrian vaksinnya dikit karena orang-orang masih antri panjang di tolnya *lap keringat*.  Udah patah arang (dan kelaparan) kita akhirnya balik arah pulang.

Percobaan kedua ke kantor kesehatan di bandara Soekarno Hatta. Menurut pengalaman orang-orang, disini lumayan antri. Ambil nomor jam 8 bisa jadi baru suntik jam 3 sore. Walaupun udah pasang alarm tetap aja kita bablas baru jalan jam 7 kurang dari rumah. Tapi Alhamdulillah jalanan lagi bersahabat, ga kaya perjalanan ke tanjung priuk huh.  

Jam 7.25 udah sampai di kantor kesehatannya. Ambil dan isi formulir di depan loket pembayaran lalu kasih ke petugas di depan loket pembayaran untuk dapat nomor antrian.  

Dokumen pendukungnya: fotokopi KTP dan foto 4x6 1 lembar. Untuk anak diatas 2 tahun fotokopi KTP diganti fotokopi paspor. 

Walau ga antri dari jam 6 kaya saran orang-orang, kita dapat antrian nomor 18-19 saudara-saudara 😁.



Tepat jam 8 nomor antrian mulai dipanggil, langsung dari nomor 1-15 masuk ruangan. Wow! Ga sampai setengah jam tiba giliran rombongan kedua, nomor 16-30. Yeaaayyy...

Sampai di dalam masuk ke ruang tunggu lagi sampai nomornya dipanggil. Kalau udah dipanggil, nanti diperiksa tekanan darah sama dokternya trus ditulisin resep.  Kalau mau sekalian vaksin flu langsung ngomong sama dokternya, biar sekalian ditulis di resep.

Sekedar informasi tambahan, menurut dokternya vaksinasi flu sangat dianjurkan karena saat ini mekah masih dalam tahap renovasi.  Jadi debunya banyak banget, dan di arab sana katanya lagi ada penyakit baru. Kalau ga salah namanya corona dan belum ada vaksinnya. Yang paling mendelati ya si vaksin flu.

Kalau udah selesai pemeriksaan di dokter langsung ke petugas diluar ruang pemeriksaan untuk isi data di buku kuning dan dapat slip pembayaran. Nanti slip pembayaran dibawa ke loket pembayaran waktu pertama kali daftar dan ambil nomor antrian.

Biaya vaksin meningitis adalah Rp305.000 dan biaya vaksin flu Rp155.000.

Setelah bayar kita harus balik lagi ke ruang pemeriksaan, kali ini bukan menghadap dokter tapi suster yang siap eksekusi *gleg*.


Kalau boleh jujur, waktu suntik vaksin meningitis sih rada kaya digigit semut merah yah (alias sakit) dan efeknya kebes di tangan (katanya sih gara-gara tegang). Kalau suntik flu sama sekali ga berasa, kaya digigit semut juga nggak.

Selesai suntik tinggal pulang deh...total waktu dari mulai daftar sampai pulang kurang lebih 45 menit. Oke kan??? Untung ga ngotot ngejar ke tanjung priuk, mungkin nyasarnya aja udah 1 jam sendiri hehehe

Buat yang ada di daerah jakarta pusat, mungkin bisa ke vaksin ke Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, tapi cuma buka hari Rabu dan Jumat.


6.06.2013

Ngidam dan Efeknya

Sewaktu hamil, seperti layaknya ibu-ibu hamil lainnya, ambisius kejar target lahiran normal.  Karena faktor X alias ukuran badan yg XS ini, dokter kandungan dari jauh-jauh hari lantang bersuara "bayinya ga boleh kegedean".  Akibatnya, hilanglah hak istimewa untuk menyantap segala jenis makanan enak penuh lemak, gula dan kalori.  Tidak bisa nakal, karena mendadak suami alih profesi jadi satpam galak.  Maklum euforia anak pertama, sangat patuh dengan doktrin dokter dan apa kata artikel-artikel di majalah-majalah orang tua dan pengasuhan.

Trimester pertama bolehlah ikut aturan karena kondisi kehamilan masih oke, belum keliatan kaya kemana-mana bawa semangka.  Trimester kedua, mulailah minum air putih berasa minum air comberan.  Lidah dan perut cuma mau toleransi teh manis.  Lainnya lupakan saja.  

Suatu hari, ada yang berbaik hati sodorin bubble tea gratisan. Matilah, janinnya doyan.  Kalau ga konsumsi itu sehari rasanya mulut asam ga karuan, macam perokok berat yang nggak kena rokok sebatang satu jam penuh.  Repotnya, waktu itu bubble tea belum menjamur seperti sekarang.  Outlet terbatas ada di Bintaro Plaza, Gunawarman, Bursa Efek Indonesia dan Kemang.  Belum lagi kalau stok bubblenya lagi kosong, waduh! Ini namanya ngidam ngerepotin.

Karena ga tahan, apa mau dikata. Hampir setiap hari menghalalkan segala cara untuk beli minuman itu.  Ga pake bohong kok sama suami.  Kan dia ga nanya, jadi ya ga perlu dikasitau :) Tiap kontrol ke dokter, jantung mau copot rasanya menjelang saat-saat divonis perkiraan berat badan janin.  Alhamdulillah sampai 9 bulan kehamilan, aman terkendali...

Satu pesan suami yang masih jelas ingat sampai sekarang, "jangan kebanyakan, nanti anaknya jumpalitan kaya bubble".  Hati-hati, ternyata benar ucapan adalah doa.  2 tahun kemudian, memang si bocah jumpalitan adanya.  Terharu kalau dia bisa duduk manis 5 menit.  Tapi gada buktinya kan yah ini efek bubble tea?

Yang pasti, waktu itu pake alasan janinnya yang doyan ga sepenuhnya salah.  Soalnya, anak ini emang doyan banget sama bubble tea.  Setiap beli pasti pake drama rebutan.  Kalau lagi nyeruput dan kedapatan bubblenya, mukanya girang geli-geli sendiri.  Oh (bubble) boy!




11.01.2012

When Silence is Not Golden...

They say "Silence is Golden"

Having a 21 months old toddler, silence is a rare case. And when it happens, most of the cases, something is not right.

Like today...

I was lucky enough to be trusted with baby sitting my friend's son for two days and his name is Adrian. He just turned two last October.

Malik was more than excited to have a friend staying for the whole day. He even learned several new vocabularies as a result of imitating Adrian.

So for two days, our house was a total mess, a beautiful mess. There was no silent moment, not even when they were asleep cause their nap schedule is totally different. It's one after another.

So today, i was working on the family financial planning downstairs while watching the boys played around. They were running here and there, shouting, singing, talking alien language and laughing out loud (which sometimes leads to crying outloud (God knows how).

And then...for about 15 mins, there was that silence moment which I didnt even realized. No sound at all. Not even wheels from the plastic car pressed againts the floor or even a whispering babbles from any of the boys. I anxiously looked around and they were nowhere to be found.

Then I saw Adrian under the round stairs where Malik is always eager to climb on, looking up straight. And there he was...2 more steps from the second stories. Aware that he got caught by his mom, he waved down cheerfully instead of panicking or doing any efforts to run away. Its like saying "see, I can do it!!! I told you..."

I know you can baby, i know you can do anything that you want to. But its also part of my job to freak out and to be paranoid about you and your safety, and thats for and only reason that i love you that much.

So until you can take care of yourself and be fully (aware and) responsible for what you did or going to do, i think im going to stick around and watch you closely.

One day you'll understand, it also took me quite some times to understand things that my mom used to say "no" to. And im grateful that she did..hopefully you'll be grateful too baby.

For any of you with likely active toddlers, whenever there is silence, except for when they are sleeping, be suspicious...be very very suspicious...cause something is happening somewhere in the restricted area of your house *wide grin*

10.31.2012

Jagoan Ayah

Malik si jagoan ayah
suka makan namun lincah
tiap hari suka bercanda
sama ayah dan bunda

jangan diganggu kalau lagi lapar
bisa-bisa nanti kena lempar
apalagi kalau sudah mengantuk
colek sedikit bisa mengamuk

kadang suka bawel
dan juga rewel
tapi tidak pernah bikin susah
dan tetap jadi jagoan ayah

anak pintar dan jujur
sopan bertingkah dan bertutur
senyum ramah dan pandai berkawan
banyak temannya dan penyayang hewan

selalu ceria saat senang dan susah
berbagi cerita dan canda tawa
penghibur hati saat gelisah
selalu ada untuk bunda di kala resah

jagoan ayah jadilah besar
kalau benar, tetap teguh dan bersabar
kalau salah, akui dan perbaiki kesalahan
laki-laki harus bersikap jantan

anakku sayang, janganlah bersedih hati
jangan juga berkecil hati
ayah selalu ada di sini
untuk melindungi dan berbagi

pesan ayah untuk jagoan ayah
jangan tinggalkan sholat dan patuhi ajaran Allah
selalu berbakti, jaga dan sayangi bunda
karena surga ada di telapak kakinya

kejar cita-citamu sampai kemanapun
jadilah yang terbaik dalam apapun pilihanmu
kuatkan hati tapi jangan bertinggi hati
ayah selalu bangga sama jagoan ayah

31 Oktober 2012

10.19.2012

Save the Best for Last

15 hari menjelang 21 bulan

Malik : Ayaaahhhh...
Me     : Bundaaa...
Malik : Ayaaahhhh...
Me     : Bundaaa...
Malik : Ayaaahhhh...Ayaaaahhhh...Ayaaahhhhh
Me     : -_-" (menyerah)

Kosakata nambah sedikit tapi pasti, "api", "topi", "ayam"...
Bahkan bisa bilang "Ani" (untuk Barney) dan "Tubies" (untuk Teletubbies).
Perasaan gampangan bilang "bunda" deh...*patah hati*

Kalau udah begini berlaku peribahasa "Save the Best for Last" :)

8.29.2012

Must Have Item

Walau katanya pamer itu adalah riya dan riya itu adalah tidak baik, tapi saya tak tahan mau pamer hihihihihi
 
Ini dia mainan baruku...tadaaaaaa:

Stroller Belanja 
Ini baru dibeli Sabtu kemaren gara-gara terdampar sendirian di Pasar Modern Bintaro.  Jadi ceritanya, kita berbagi tugas.  Gue belanja ke Pasar Modern dan Didi sama Malik belanja bulanan ke G**nt.  Kita janjian harus selesai jam setengah 10 soalnya jam 10 ada rapat ibu-ibu RT 005 *teremak-emak*.
Jam 10 kurang masih ngiter-ngiter walau tangan kanan kiri udah tidak available.

BB mulai sibuk di PING sama ibu-ibu.  iyaaa...im coming! mulai panik telepon Didi.  10 kali percobaan gada yang diangkat, macam manaaaa???

Karena udah mati gaya di Pasar Modern akhirnya memutuskan untuk nyebrang nyari taksi di depan Ace Hardware. Tarik nafas panjang lihat plastik belanjaan, tiba-tiba depan muka ada ibu-ibu melenggang kangkung bawa stroller belanja yang penuh diisi hasil buruan.  I want one!!!

Ternyata si stroller dijual di Warung Organik, langganan belanja sayur-sayur organik si Unyil.  Harganya: 200 ribu saja *uhuk uhuk*.  Untung tukang jualan baju ala FO lagi tutup, terpaksa dana berubah tujuan.  Si Stroller Belanja dilengkap dengan 4 roda, dua ukuran sedang di belakang dan dua ukuran kecil di depan.  Tersedia dalam warna Merah dan Hitam.  Ada yang bahannya dari Stainless Steel dan harganya 400 ribu mak!  Kalau udah ga dipake, layaknya stroller Malik, dia bisa dilipat jadi ramping dan diselipkan di balik pintu. praktis dan hemat tempat ibu-ibu! :)

Dengan si stroller belanja, melenggang cantik dari Pasar Modern nyebrang ke Ace Hardware diiringi tatapan orang-orang di dalam mobil yang lagi antri buat muter.  Sampai Ace Hardware mampir bentar, ngaso beli Chatime *teteeeeppp*. 

Terpaksalah datang ke rapat ibu-ibu RT lengkap dengan si stroller.  Dasar ga modal, malah pada mau pinjem kalau ke pasar dan ga tertarik beli sendiri.  karena aku si anak bawang, tidak kuasa menolak deh huhu..boleh ditarikin uang sewa ga yah? lumayan biar balik modal hehe.

Anyhoo, 2 jam kemudian barulah Bapak Didi telepon.  alasannya ga angkat karena getaran Iphone ga berasa *gubrak* dan dia sibuk nemenin Malik naik kuda -_-"

Postingan ini bukan iklan dan saya bukan sales marketing, tapi beneran deh...hidup jadi lebih ringan dan tanpa beban kalau belanja ke pasar modern pake si stroller belanja ini.  ayo tunggu apalagi, dapatkan segera di pasar-pasar modern terdekat :)